Satu Cabai Rawit Dihargai Rp 2.000

Transaksi Cabai yang kian mahal
Selasa, 11 Januari 2011 | 10:30 WIB
 
PAMEKASAN – Harga cabai rawit stabil namun di daerah tertentu masih naik tajam. Di Pamekasan, cabai tembus Rp 120.000/kg. Satu buah cabai rawit pun dijual Rp 2.000 di tingkat pedagang kecil.
’’Jumat kemarin harga cabai di pasaran masih Rp100.000/kg. Sekarang ini sudah mencapai Rp120.000/kg. Jadi ada kenaikan Rp 20.000/kg,’’ kata Astutik, pedagang cabai dan asongan di Pamekasan, Selasa (11/1).
Harga cabai eceran di tingkat pedagang kecil, katanya, saat ini mencapai Rp 2.000 per biji.


Akibatnya, banyak para pedagang yang memilih berhenti berjualan cabai. Kenaikan juga terjadi pada cabai merah besar dari sebelumnya hanya Rp70.000/kg, kini naik menjadi Rp75.000/kg. Bahkan, ada sebagian pedagang yang menjual Rp 80.000/kg.
Sementara itu di Pasar Srimangunan, Kab. Sampang, harga cabai rawit juga tembus Rp 100 ribu/kg. Dibandingkan hari sebelumnya harga cabe tersebut mengalami kenaikan Rp 25 ribu. ’’Kami terpaksa menaikan harga cabai rawit karena selain sulit mendapatkan barangnya, para pengepul menaikkan harga terlalu tinggi. Sedangkan permintaan makin meningkat,” kata  Mahmudah (43), pedagang di Pasar Srimangunan, pagi tadi.

Konsep Awal Mlijo Saya




gak ngrti kenapa, tapi inilah aku yang punya feeling gak nentu. kadang jadi orang yang bisa ngliat mahluk setengah halus (emang ada?), klo gak gitu jadi orang yang bisa ngilang tanpa sebab. sakarep jaremu aku koyok opo. seng penting aku ya aku.

Cukup awalan GJnya. sekarang aku mau mendeskripsikan konsep dari sebuah blog baru yang akan segera saya terbitkan (insyaallah). blog ini terinspirasi dari penyia RRI Pro 4 yang bernama Mbah Ndemen (bener ato salah gak tau yang penting aku dengernya kayak gitu) yang suka menyajikan setiap acara siarannya dengan setting sebagai penjua pecel ato seorang mlijo, ada yang gak tau mlijo? itu lho, penjual sayur mayur yang biasanya buka cuma
top